MENCARI TUNANGAN YANG TERPISAH
Janji di Ujung Senja
lampu4d . Namaku Damar.
Di bawah langit senja yang mulai meredup, aku menggenggam tangan seorang wanita.
Namanya Nayla.
“Kalau suatu hari kita terpisah… kamu akan tetap mencariku?” tanyanya pelan.
Aku tersenyum.
“Aku akan mencarimu sampai aku menemukannya lagi.”
Saat itu aku tidak tahu…
janji itu akan menjadi perjalanan terberat dalam hidupku.
Semua berubah dalam satu hari.
Nayla menghilang.
Tanpa kabar.
Tanpa pesan.
Tanpa jejak.
Teleponnya tidak aktif.
Rumahnya kosong.
Seolah dia… tidak pernah ada.
Aku tidak percaya.
“Aku pasti menemukannya,” bisikku.
Dan sejak hari itu… aku mulai mencari.
Jejak yang Tersisa
loginlampu4d .Aku mulai dari hal kecil.
Tempat favoritnya.
Kafe yang sering kami datangi.
Taman tempat kami bertemu pertama kali.
Tapi semuanya kosong.
Hingga aku menemukan sesuatu.
Sebuah buku catatan kecil miliknya.
Di halaman terakhir, tertulis:
“Maaf… aku harus pergi.”
Tanganku gemetar.
Pergi ke mana?
Kenapa tanpa aku?
Petunjuk pertama membawaku ke kota lain.
Aku meninggalkan pekerjaan, kehidupan, semuanya.
Di kota itu, aku bertanya pada banyak orang.
Hingga seseorang berkata,
“Sepertinya aku pernah melihat wanita itu… dia bekerja di toko buku.”
Aku langsung ke sana.
Tapi saat aku sampai…
Dia sudah pergi lagi.
Selalu terlambat.
Selalu selangkah di belakang.
Harapan dan Keputusasaan
daftarlampu4d .Hari demi hari berlalu.
Perjalanan semakin panjang.
Harapan mulai melemah.
“Kenapa kamu pergi, Nayla…”
Aku mulai mempertanyakan segalanya.
Apakah dia sengaja menghindar?
Atau… ada sesuatu yang aku tidak tahu?
Di kota berikutnya, aku akhirnya menemukan seseorang yang mengenalnya.
Seorang wanita tua.
“Kamu Damar?” tanyanya.
Aku kaget.
“Iya… dari mana Ibu tahu?”
Dia menarik napas panjang.
“Nayla pernah bercerita tentangmu.”
Hatiku berdebar.
“Di mana dia sekarang?!”
Wanita itu menatapku dengan serius.
“Nayla sakit.”
Duniaku seolah berhenti.
Alasan di Balik Kepergian
situslampu4d .Aku akhirnya tahu kebenarannya.
Nayla mengidap penyakit serius.
Dan dia memilih pergi…
Bukan karena tidak mencintaiku.
Tapi karena tidak ingin menjadi beban.
Air mataku jatuh.
“Kenapa dia tidak bilang…”
Aku merasa marah… sekaligus hancur.
Dengan petunjuk terakhir, aku menuju sebuah kota kecil di pinggir laut.
Tempat yang tenang.
Tempat yang jauh dari keramaian.
Tempat… dia bersembunyi.
Aku berjalan dengan jantung berdebar.
Setiap langkah terasa berat.
Sampai akhirnya…
Aku melihatnya.
Nayla berdiri di tepi pantai.
Lebih kurus.
Lebih lemah.
Tapi tetap… orang yang sama.
Dia menoleh.
Matanya membesar.
“Damar…?”
Aku mendekat.
Tanpa kata.
Lalu memeluknya erat.
“Aku menemukanmu.”
Air Mata dan Kejujuran
hokilampu4d .Nayla menangis.
“Aku nggak mau kamu lihat aku seperti ini…”
Aku menggeleng.
“Aku nggak peduli.”
Dia mencoba menjauh.
Tapi aku menahannya.
“Kamu pikir aku mencintaimu hanya saat kamu baik-baik saja?”
Dia terdiam.
Aku menatapnya dalam.
“Aku mencintaimu… dalam keadaan apa pun.”
Kami duduk bersama di tepi pantai.
Seperti dulu.
“Aku takut…” katanya pelan.
“Aku juga,” jawabku.
“Tapi aku nggak mau kehilangan kamu lagi.”
Aku menggenggam tangannya.
“Kali ini… kita hadapi bersama.”
Perjalanan itu panjang.
Penuh air mata.
Penuh luka.
Tapi satu hal yang aku pelajari:
Cinta sejati bukan tentang tidak pernah terpisah.
Tapi tentang…
tetap memilih untuk kembali.
Kini, aku tidak lagi mencari.
Karena tunanganku yang hilang…
sudah kembali di sisiku.
Dan kali ini…
UNTUK CERITA MENARIK LAINNYA KLIK-
aku tidak akan pernah melepaskannya lagi.

Komentar
Posting Komentar